Archive for January, 2011

Pembaca Masa Depan dari Selatan
January 31, 2011


Cerpen Gunawan Tri Atmodjo (Suara Merdeka, 30 Januari 2011)

KETIGA kakak seperguruannya telah mengambil jatah kitab berbungkus kain hitam yang tergolek di meja. Kini hanya tersisa satu dan itu adalah jatahnya. Dengan tangan bergetar, dia mengambil kitab itu lalu menangkupkan di dada. Tidak ada di antara mereka yang membuka kain hitam pembungkus kitab. Perhatian mereka kini terpusat pada Mahaguru yang tengah sekarat di pembaringan. Di sela kedatangan ajal yang tak tertunda, Mahaguru berwasiat dengan ucapan tersendat, “Kitab itu sejatinya adalah jodoh kalian. Kalian telah disuratkan untuk menjadi tuan atasnya dan memiliki ilmu yang ada di dalamnya. Kalian harus kuat karena kitab itu akan selalu melawan, menunjukkan berbagai jalan yang tidak selalu berujung kebaikan.” (more…)

Advertisements

Sempurna
January 31, 2011


Cerpen Avianti Armand (Koran Tempo, 30 Januari 2011)

SEPERTI seorang peneliti mengamati preparat di bawah mikroskop, aku mengamatinya baik-baik. Buatku, yang tiap keluar rumah hanya sempat cuci muka, apa yang dilakukannya dengan penampilannya membuatku terkagum-kagum. (more…)

Bacalah: Merapi!
January 31, 2011


Cerpen Khaerodin (Republika, 30 Januari 2011)

DARI tempatku berdiri, Merapi tampak anggun. Dia lebih sumringah dengan awan putih keluar dari puncak kawah, seperti gulungan uban tergerai menghiasi rambut kepala. Merapi tak segalak kemarin, marah-marah meludah mengancam manusia. Kini ia terlihat lebih perkasa dan berwibawa. (more…)

Perempuan Tua dalam Rashomon
January 30, 2011


Cerpen Dadang Ari Murtono (Kompas, 30 Januari 2011)

PEREMPUAN itu berjongkok di antara mayat-mayat yang hampir membusuk dalam menara Rashomon. Perempuan yang tua, berbaju kecoklatan, bertubuh pendek dan kurus, berambut putih dan mirip seekor monyet. Dengan oncor dari potongan kayu cemara di tangan kanannya, perempuan itu memandangi wajah sesosok mayat. Mayat seorang perempuan dengan rambut panjang. (more…)

Tentang Rasa Malu Kita
January 24, 2011


Oleh Setta SS (Annida, 2003 dan Eramuslim, 13 Mei 2009)

What is in a name?

SEBUAH pertanyaan retorik Shakespeare, si pujangga Inggris yang lahir pada 26 April 1564 dan wafat 23 April 1616 itu. Nama, atau simbol apa pun, bagi seorang Muslim tentu diharapkan akan mampu menjiwai si empunya untuk berperilaku seperti laiknya nama atau simbol yang dikenakannya itu. Contoh sederhana, nama Fir’aun atau Qarun, adakah orang tua yang rela menyematkan dua nama itu untuk nama putra tercinta mereka? (more…)

Randu Alas
January 24, 2011


Cerpen Sanie B. Kuncoro (Jawa Pos, 23 Januari 2011)

KAU terbangun pagi itu oleh nada dering telepon yang seolah memanggilmu dengan tergesa. Matamu belum sepenuhnya terbuka, masih terperangkap kantuk yang belum ingin melepaskanmu.

Wuk [1], apakah pulang pekan ini?” Itu suara bulikmu. Bernada tanya sekaligus menyimpan perintah di sebaliknya, yang biasanya tidak memberikan peluang bagimu untuk membantah apalagi menolak. (more…)