Archive for October, 2010

Berempati pada Makhluk-Nya
October 30, 2010


Oleh Setta SS (Eramuslim, 15 Februari 2oo8)

LANGIT senyap. Waktu menunjukkan lewat dini hari. Saya beranjak pulang dari sebuah warnet. Menyusuri jalanan sepi, ekor mata saya menangkap sosok seekor anjing yang sedang mengais-ngais sisa makanan di tempat sampah di sebrang jalan sana. Saya diam sejenak memperhatikan tingkahnya. Anjing itu tampak kelaparan sekali. Indra penciumannya yang tajam mengendus tumpukan plastik berisi aneka macam sampah itu. Sesekali kaki depannya ikut mengorek-ngorek. (more…)

Peristiwa Kedua, Seperti Komidi Putar
October 30, 2010


Cerpen A.S. Laksana (Koran Tempo, 24 Oktober 2010)

DUA tahun sebelum si pemimpin dilahirkan, seseorang melintasi pekarangan dalam gerak mengambang, seperti hantu atau orang yang kelelahan. Rumah itu agak terpencil dari rumah-rumah lain dan perempuan itu seperti tiba-tiba ada di sana. Ia seperti muncul begitu saja dari balik pohon. Umurnya paling banter 26 tahun, namun, dengan pakaian amat tua, ia seperti datang dari masa silam. (more…)

Nyanyian Penggali Kubur
October 30, 2010


Cerpen Gunawan Budi Susanto (Suara Merdeka, 24 Oktober 2010)

PENGGALI Kubur! Itu pekerjaannya dan itu pula yang kemudian menjadi namanya. Sudah 44 tahun dia bekerja. Setiap hari, setidaknya dia menggali satu liang kubur. Jadi selama 44 tahun, total jenderal dia sudah menggali 16.060 liang kubur. (more…)

Sorban Kiai
October 30, 2010


Cerpen Muhammad B Anggoro (Republika, 24 Oktober 2010)

TEPUK tangan menggemuruh. Setiap kali Faruq menjadi pembicara, sering mendapatkan aplaus yang meriah dari para jamaah yang mendengarkan khutbahnya. Maklum, dia memang seorang dai muda yang sedang naik daun di kotanya. Wajahnya tidak jarang juga sering muncul di layar televisi. Kepopulerannya ini ternyata juga berbanding lurus dengan pemahaman ilmu agamanya yang bagus. Bahkan, bukan itu saja. Suaranya juga tidak kalah bagusnya. Tatkala melantunkan ayat-ayat suci Alquran, dia ternyata mampu membuat merinding siapa pun juga yang mendengarkannya. (more…)

B A N U N
October 30, 2010


Cerpen Damhuri Muhammad (Kompas, 24 Oktober 2010)

BILA ada yang bertanya, siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar, pada sebuah pergunjingan yang penuh dengan kedengkian, seseorang menambahkan kata “kikir” di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun. (more…)

Kecuali Pohon Ghorqod
October 18, 2010


Oleh Setta SS (Kotasantri, 11 Februari 2009)

AYAKA, seorang remaja putri belasan tahun dari Inggris, berkomentar di sebuah blog yang saya kunjungi terkait konflik yang terjadi antara Hamas dan Zionis-Israel di Jalur Gaza, yang puncaknya kembali meletus pada hari Sabtu tanggal 27 Desember 2008 silam, menjelang waktu Zhuhur. (more…)