Archive for September, 2010

Manusia Pasrah
September 29, 2010


Cerpen M Je’ef (Republika, 26 September 2010)

AKU mengendus anyir paradoks dalam kepekatan malam. Lidah gerimis menjilat hening, tetapi debu-debu yang mengusamkan nurani masih saja liar menari-nari. Lantunan ayat-ayat suci Alquran terdengar di berbagai menara, tapi jiwa-jiwa yang kerontang tak sekejap pun berhenti meradang. (more…)

Dodolitdodolitdodolibret
September 29, 2010


Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 26 September 2010)

KIPLIK sungguh mengerti, betapapun semua itu tentunya hanya dongeng.

“Mana ada orang bisa berjalan di atas air,” pikirnya.

Namun, ia memang berpendapat bahwa jika seseorang ingin membaca doa, maka ia harus belajar membaca doa secara benar. (more…)

Gandrung
September 29, 2010


Cerpen Lan Fang (Jawa Pos, 26 September 2010)

APAKAH kau pernah melihat bulan bulat dengan kilap mentega? Itu hanya terjadi setahun sekali. Ketika itu pekat akan menyingkir dari semesta galaksi. Langit bersih seperti baru dicuci oleh hujan. Gelembung-gelembung harum alam merintik dari segenap pori-pori awan. (more…)

Kota Ingatan
September 29, 2010


Cerpen Sungging Raga (Suara Merdeka, 26 September 2010)

DI matanya tersimpan ribuan kenangan yang ganjil tentang kota itu. Kota yang sekujur bangunan dan tanahnya—serta jurang semestanya—kini telah berselimut debu, tak tersisa bahkan reruntuhan secuil nisan pun, semuanya mendadak abu-abu seragam, seperti bangunan sejarah yang menganga, dengan masih menyisakan beberapa helai napas penduduknya. (more…)

Sumadi Becak
September 29, 2010


Cerpen Gunawan Maryanto (Koran Tempo, 26 September 2010)

TUKANG becak itu bernama Sumadi. Teman-temannya di kampung memanggil Sumadi Becak. Ia sering mengantar saya ke mana saja. Mangkalnya persis di depan rumah kontrakan saya. Sudah hampir 60 tahun umurnya, tapi kakinya masih cukup perkasa untuk membawamu keliling-keliling kota. Percaya atau tidak, ia pernah membawa saya muter-muter satu hari penuh tanpa berhenti. Kecuali di lampu merah yang dijaga polisi. (more…)

Kenapa Rokok (Tidak) Haram?
September 29, 2010


Oleh Setta SS (Eramuslim, 1 Oktober 2010)

DALAM sebuah kesempatan kultum Tarawih pada Ramadhan 1431 H di Masjid Pogung Raya, Yogyakarta, Prof. Dr. Yunahar Ilyas dengan bahasa tuturnya yang memikat, lugas, cenderung humoris, tetapi sangat serius; membahas tentang “Kenapa Rokok Haram?” Saya mencoba menulis ulang uraian bernas beliau dengan bahasa saya sendiri dan tambahan materi di sana sini pada catatan ringkas berikut ini. (more…)