Archive for April, 2010

Sipleg
April 25, 2010


Cerpen Oka Rusmini (Jawa Pos, 25 April 2010)

LUH SIPLEG nama perempuan tua itu. Perempuan kurus dengan beragam kerut-kerut tajam yang membuat takut orang yang menatapnya. Menurutku, Sipleg perempuan aneh, yang selalu memandang orang dengan mata penuh curiga. Penuh selidik, penuh tanda tanya. Kadang, dia juga seperti perempuan kebanyakan. Serba ingin tahu. Sering juga kulihat dia diam seperti batu kali. Aku menyukai gayanya yang naif itu. Bagiku, Sipleg perempuan dengan buku terbuka. Tak sembarang orang bisa membacanya. Akulah salah satu perempuan yang dibiarkan memasuki masa lalunya dengan santai. Tanpa dia pernah tahu aku telah mendapatkan cerita tentang hidupnya tanpa dipaksa. Aku juga tidak pernah merengek. (more…)

Cermin
April 25, 2010


Cerpen Bernard Batubara (Suara Merdeka, 25 April 2010)

Percakapan dengan Cermin I

DADANYA berdesir, Maila takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang putri, katanya dalam hati. Ya, kau memang cantik, Maila. Wajahnya tersipu mendengar pujian itu. Pipinya merona. Merah muda. Ia tersihir oleh bayangannya sendiri. Bayangan ketika ia masih berada pada masa empat puluh tahun lalu. (more…)

Sang Kolonel Menembak Seto dan Membuat Pikun Istrinya Sendiri
April 25, 2010


Cerpen A.S. Laksana (Koran Tempo, 25 April 2010)

SESUNGGUHNYA ia berpangkat mayor, tetapi saya akan menyebutnya sebagai kolonel demi kenikmatan pembacaan. Itulah alasan resmi kenapa saya tidak menyebut pangkat orang itu apa adanya. Alasan yang lebih jujur adalah karena kosakata “kolonel” sudah memukau saya sejak lama; seperti ada gema panjang di benak saya ketika saya membaca dalam hati kata itu atau mendengar orang lain menyebutkannya. Saya kira itu terjadi karena ada sejumlah kolonel di muka bumi yang membuat saya takjub: Kolonel Khaddafi, pemimpin yang makin tua makin panjang bicara sampai-sampai penerjemahnya jatuh pingsan, Kolonel Jose Aureliano Buendia, pemimpin revolusi di Macondo yang mengurung diri di masa tua dan menjadi pengrajin ikan-ikan kecil dari emas, dan Kolonel Sanders, penjual ayam goreng yang sama sekali bukan tentara. (more…)

Tobat
April 25, 2010


Cerpen Melvi Yendra (Republika, 25 April 2010)

Tobat ilustrasi Rendra Purnama

TEMBAKAN itu datang dari berbagai arah. Dada dan kepalanya pecah. Rusuk dan kedua kakinya rengkah. Ketika malaikat maut menghampirinya, ia melihat lambaian tangan putrinya dan terukir senyum di bibirnya.

Lelaki itu roboh dengan puluhan peluru bersarang di tubuhnya.

*** (more…)

Kisah-kisah yang Pendek
April 18, 2010


Cerpen Alex R Nainggolan (Suara Merdeka, 18 April 2010)

Rumah

SEDARI dulu, ia ingin tinggal di rumah saja. Menata beranda, membuat kolam kecil, taman kecil, atau beberapa rencana kecil lainnya. Tapi selalu saja ia diburu waktu. Tiba-tiba hari tumbuh dengan cepat. Pagi ke malam.

Ia cuma sempat istirahat. Membuang penat. Membuang jengkel. Lalu ia ingat seorang perempuan berbaju ungu —yang menuntun lengannya. Pada suatu waktu. (more…)

Sarpakenaka
April 18, 2010


Cerpen Gunawan Maryanto (Jawa Pos, 18 April 2010)

PAK Karyono menatapku dengan tajam. Seperti tengah mengulitiku dengan kejam. Di luar langit mendung seolah mengekalkan pertemuan kami.

“Anak jadi akan membawanya pulang sekarang?” Pertanyaan yang semula sangat kuharapkan itu tiba-tiba terasa lain ketika benar-benar diucapkan. Memaksaku berpikir ulang dengan cepat dan keras. Waktu terus mengalir dengan deras. Menghantamku berulang. Apakah aku benar-benar ingin membawanya pulang. Jika tadi aku bersikeras untuk melihatnya, memaksa orang tua itu untuk memperlihatkan benda yang berbulan-bulan ini kucari dan lantas membawanya pulang, kini aku jadi balik bertanya pada diriku sendiri. Apakah aku benar-benar menginginkannya. Apa pentingnya. Bukankah aku sudah berhasil mengumpulkan seluruh cerita. Lengkap. Dari hulu ke hilir. Seluruh pertanyaanku sudah menemukan jawabannya. Keberadaan benda itu tak lagi jadi hal terpenting. Buat apa aku membawanya pulang dan menguburkannya di samping makam simbah. Bahkan mungkin simbah pun tak menginginkannya. Tapi seluruh pencarian ini akan berakhir. Harus segera kuakhiri. Entah bagaimana caranya. (more…)