Archive for February, 2010

Zahra
February 28, 2010


Cerpen Rina Mahfuzah Nst (Republika, 28 Februari 2010)

Zahra ilustrasi Ci1

DI LUAR, gerimis turun mewarnai pagi. Gerimis pertama yang kurasakan sejak tiba di kota ini, dua hari yang lalu. Sejak semula sudah kusiapkan hatiku menerima kenyataan bahwa aku harus bertemu ayah mertuaku dalam keadaan yang berbeda dari apa yang diharapkan seorang menantu kepada mertuanya. Kematiannya. (more…)

Sebuah Pura di Air Terjun Gitgit
February 28, 2010


Cerpen Sunaryono Basuki Ks. (Jawa Pos, 28 Februari 2010)

Om Sang Hyang Pramasti Adi Guru. Byoh Angadeg ring luhur tan kening lupute

GUSTI Madi Agung menuntun lelaki botak berambut penuh uban yang berjalan tertatih-tatih itu setelah dia turun dari motornya. Lelaki itu dituntunnya masuk ke rumah berdekorasi China dengan warna merah yang dominan.

Seorang gadis cilik, mungkin berusia lima tahun, yang sedang sibuk membantu kakeknya menata kotak-kotak obat menyapa, “Silakan masuk.” Maksudnya masuk terus ke ruang belakang. (more…)

Suweng
February 28, 2010


Cerpen Hasta Indriyana (Suara Merdeka, 28 Februari 2010)


PEREMPUAN itu tinggal di bukit ujung dusun. Di bukit itu tak ada rumah, kecuali gubuknya. Untuk mencapai ke sana, harus melewati petak-petak tegalan sejauh dua kali panjang lapangan sepak bola dari rumah terakhir pojok desa. Ia hidup sendirian. Kisah mengenai seorang anak yang dilahirkannya, selalu menyertai jika orang-orang membicarakannya. Anak itu, yang sekarang seusia SMP, gadis ayu berkulit kuning bermata jernih, diadopsi seorang warga yang kemudian diajaknya hidup di Jakarta. (more…)

Penyakit-penyakit yang Mengundang Tawa
February 28, 2010


Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 28 Februari 2010)

1

SEEKOR kalajengking mengeram di tenggorokannya. Setiap gerakan capit dan ekor tajam binatang itu sungguh menyiksanya. Jangankan makan, menelan air pun terasa menyakitkan. Itulah yang ia rasakan pada hari keempat dihajar cacar air, penyakit yang sebelumnya ia berhasil hindari dengan lihai selama 41 tahun lebih. (more…)

Tukang Cerita
February 21, 2010


Cerpen Benny Arnas (Republika, 21 Februari 2010)

Tukang Cerita ilustrasi Rendra

Mukadimah Satu

API unggun, yang menyeruak dari onggokan ranting-ranting kering itu, menari-nari. Bagai hendak menjerat mata orang-orang agar tetap bersiduduk. Perempuan tua berkerudung wol duduk agak maju dari yang lain. Ia datang dari ceruk yang menyumpil di antara barisan Bukit Siguntang yang memunggungi langit. Tentu saja tak perlu ditanya di barisan mana ia tinggal. Hanya orang-orang datangan atau anak-anak belum terang menangkap maksud saja, yang tak mengetahuinya. Saban Kamis malam, ia selalu menunggu penduduk di tepian lereng anak bukit. Orang-orang kampung pun bagai menganggap sebuah kewajiban berkumpul di sana. Mendengarkan kisah-kisah pelepas lelah darinya. Dari Tukang Cerita, demikian orang-orang menggelarinya. (more…)

Kesedihan
February 21, 2010


Cerpen Linda Christanty (Koran Tempo, 21 Februari 2010)

DIA tidak memakai sari, melainkan gaun pendek kuning cerah. Malam itu dia menyajikan makanan untuk kita. Di meja bulat di dapur kini tersaji berjenis-jenis masakan yang tidak pernah hadir sebelumnya. Dia sibuk mengurai bumbu-bumbu apa saja yang terkandung dalam kari itu, misalnya, dan menyatakan telah menghabiskan waktu sehari penuh untuk menyiapkan makan malam hari ini. (more…)